Tentang DIBI (Data & Informasi Bencana Indonesia)

Aplikasi ini dibangun atas kerjasama antara: BAPPENAS, BNPB, DEPDAGRI, UNDP dan DFID

Desinventar adalah sebuah proyek yang dikembangkan oleh LA RED, sebuah jaringan kajian social dalam pencegahan terjadinya bencana di Amerika Latin. LA RED adalah sebuah organisasi nirlaba dengan 12 tahun kegiatan yang sebagian besar kegiatan operasinya di Amerika Latin, Karibia dan sekarang di Asia dan Afrika.

Kontribusi yang diberikan oleh United Nation Development Program (UNDP) adalah dengan membiayai sebagian dari pendanaan untuk dukungan web Desinventar yang dijadikan sebagai basis pengembangan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DiBi).
UNDP juga telah memberikan dukungan yang berkelanjutan untuk penyebaran ide-ide methodology dan peralatan yang dibutuhkan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

DiBi sendiri telah secara resmi diluncurkan penggunaannya oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tanggal 29 Juli 2008 yang mana peluncurannya juga dihadiri perwakilan dari UNDP Indonesia, perwakilan organisasi dari negara-negara donor lain (NGO) dan institusi pemerintah terkait lainnya.

Diharapkan DiBi dapat mendukung BNPB dalam hal meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana baik di tingkat pusat maupun daerah, mendukung dalam pelaksanaan kegiatan pembuatan laporan kejadian bencana secara tepat dan cepat, serta memberikan informasi yang lengap dan aktual pada semua pihak yang terkait dengan unsur penanggulangan bencana baik di Indonesia maupun negara asing melalui fasilitas global.

Aplikasi Online DiBi sendiri dikembangkan dengan produk perangkat lunak gratis Apache : Apache HTTP server dan Apache Tomcat (JSP/Servlet container) dan menggunakan perangkat lunak untuk database postgresql